LancarJodoh











{Maret 8, 2009}   LANCAR JAYA PULSA

TELKOMSEL (AS) : 085330036888, 085330036999
INDOSAT (IM3) : 085732392299, 085732392288
XL : 0818381050, 0818381060
AXIS : 083857201777
FLEXI : 03177358998

Lancar Jaya Pulsa adalah distributor voucer elektrik GSM/CDMA yang melayani order pulsa dalam skala nasional. Dengan system multi operator transaksi dapat dilakukan via sms lewat internet online, yahoo messenger, selama 24 jam non stop, setiap hari secara realtime. Produk yg kami sediakan adalah pulsa elektronik dari seluruh provider seluler di Indonesia, seperti: Mentari, Indosat M3, Simpati, As, XL Bebas, Telekom Flexi, Fren, Esia, Three, StarOne, Smart dan Hepi.
Lancar Jaya Pulsa memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjadi mitra kami sebagai Agen/Retailer pulsa elektronik kartu prabayar. Anda bisa melakukan usaha ini kapanpun dan dimanapun tanpa ada batas wilayah di seluruh Indonesia. Kami juga memberikan award or satisfaction ( penghargaan atau kepuasan ) dalam melakukan penjualan pulsa elektronik dengan harga murah (kompetitif) dan dapat melakukan proses pengisian ulang pulsa customer dengan sangat cepat.
Anda dapat merekrut downline sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan komisi dari setiap transaksi downline anda. Sistem komisi yang diberikan sesuai dengan tingkat level yang anda pilih dan keaktifan dalam melakukan proses transaksi.
Why Lancar Jaya Pulsa
Because we give….
Harga yang relatif murah dibandingkan suplier voucher elektronik lain.
Komisi transaksi dari Level 1 level 3 sebesar Rp 100 – Rp 25/ transaksi
Biaya pendaftaran free/gratis tanpa dipungut biaya
Support web reporting untuk memonitor transaksi group anda melalui internet
Bisa transaksi isi ulang pulsa via chat YM dgn cepat dan gratis.
1 Chip untuk semua operator prabayar GSM/CDMA.
Dukungan penuh costumer service via chat maupun email.
Penerapan 1 harga voucher untuk agen dan dealer.
Transaksi isi ulang yang aman dan cepat.
Produk pulsa elektronik yang lengkap, beragam dan lebih bervariatif.
Dapat mempararel no HP lain untuk transaksi pulsa.
Anda bisa mendaftarkan konsumen untuk menjadi dowline anda dengan intensif komisi dari kami
Dapat transfer deposite, tunai dan e-banking
PETUNJUK TRANSAKSI AGEN DAN DEALER TRANSAKSI LANCAR JAYA PULSA
TELKOMSEL (AS) : 085330036888, 085330036999
INDOSAT (IM3) : 085732392299, 085732392288
XL : 0818381050, 0818381060
AXIS : 083857201777
FLEXI : 03177358998

Cara mendaftarkan agen baru
KETIK : DAFTAR(titik)NO HP(titik)NAMA(titik)KOTA(titik) PIN
kirim ke nomor 085654626686

Cara mengisi ulang voucher electric ke satu nomer

KETIK : Kode(titik)No Hp(titik)Pin

CONTOH : IT10. 08563223636.4321

kirim ke nomor pusat

Cara mengisi ulang voucher electric ke beberapa nomer
KETIK : Multi(titik)Kode(titik)No Hp(titik)Kode(titik)No Hp(titik)Pin
CONTOH : Multi.Xr10.0818311711.I5.08563223636.4321
Cek posisi saldo deposit
KETIK : Sal(titik)Pin
CONTOH : Sal.4321
Complain / SMS info ke Customer Servis ( CS )
KETIK : Info(titik)laporan complain
CONTOH : Info.trx i10 08563223636 tgl 10-01-08 lap sucses Pulsa belum masuk.
Cek Laporan Transaksi Penjualan
KETIK : Lap.tglblnthn.Pin
CONTOH : lap.110588.1234
Cek harga Voucher electric
KETIK : Operator(titik)Pin
CONTOH : Operator.4321
Kirim saldo deposit antar agent yang terdaftar pada server
KETIK : Kirim(titik)Agent ID(titik)Jumlah Dana(titik)Pin
CONTOH : Kirim.da0795.500000.4321
Ganti No Handphone Master ( krn Hilang atau Rusak dsb )
KETIK : GantiHp(titik)No Hp Lama(titik)Agent Id(titik) Pasword(titik)Pin
CONTOH : GantiHp.08563223636.da0795.1234.4321
Ganti Password
KETIK : Pass(titik)passbaru(titik)passlama(titik)pin
CONTOH : Pass.363636.712456.1234
Ganti PIN
KETIK : PIN(titik)pinbaru(titik)pinlama
CONTOH : PIN.3636.9441
Melihat stok kosong atau gangguan
KETIK : CI(titik)PIN
CONTOH : CI.1234
Hapus HP parallel
KETIK : Hapus(titik)No HP ke2(titik)PIN
CONTOH : Hapus.0852346456.1234
Cek Status Transaksi
KETIK : cek(titik)nohp(titik)pin
CONTOH : cek.08563223636.1234
Cara Tambah Saldo Deposit
KETIK : DEP(titik)NamaBank(titik)Nominal(titik)Pin
CONTOH : Dep.BCA.50000.4321
Blok Id Downline
KETIK : BLOK(titik)ID(titik)PIN
CONTOH : BLOK.da0795.1234
UNBlok Id Downline
KETIK : UNBLOK.ID.PIN
CONTOH : UNBLOK.da0795.1234
Melihat Jumlah Downline
KETIK : JUMLAH.PIN
CONTOH : JUMLAH.1234
INFO BRI
KETIK : BRI.PIN
CONTOH : BRI.1234

Sebelum transfer,agent diharuskan mengambil nomer tiket dahulu dng SMS ke server ( nomer tiket hny berlaku pd hr yg sama ),guna nomer tiket,untk memudahkan pengecekan dan pencocokan di server dan mutasi rekening Bank.



Stigma (cap buruk) sering kali menyebabkan terjadinya diskriminasi dan pada gilirannya mendorong munculnya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan keluarganya. Stigma dan diskriminasi memperparah epidemi HIV/AIDS. Mereka menghambat usaha pencegahan dan perawatan dengan memelihara kebisuan dan penyangkalan tentang HIV/AIDS seperti juga mendorong keterpinggiran ODHA dan mereka yang rentan terhadap infeksi HIV. Stigma berhubungan dengan kekuasaan dan dominasi dalam masyarakat. Pada puncaknya, stigma akan menciptakan, dan ini didukung oleh, ketidaksetaraan sosial. Stigma berurat akar di dalam struktur masyarakat dan norma-norma serta nilai-nilai yang mengatur kehidupan sehari-hari. Ini menyebabkan beberapa kelompok menjadi kurang dihargai dan merasa malu, sedangkan kelompok lainnya merasa superior. Diskriminasi terjadi ketika pandangan negatif mendorong orang atau lembaga untuk memperlakukan seseorang secara tidak adil yang didasarkan pada prasangka mereka akan status HIV seseorang. Contoh-contoh diskriminasi meliputi para staf rumah sakit atau penjara yang menolak memberikan pelayanan kesehatan kepada ODHA; atasan yang memberhentikan pegawainya berdasarkan status atau prasangka akan status HIV mereka; atau keluarga/masyarakat yang menolak mereka yang hidup, atau dipercayai hidup, dengan HIV/AIDS. Tindakan diskriminasi semacam itu adalah sebuah bentuk pelanggaran HAM. Stigma dan diskriminasi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Stigma dan diskriminasi yang dihubungkan dengan penyakit menimbulkan efek psikologis berat tentang bagaimana ODHA melihat diri mereka sendiri. Hal ini bisa mendorong, dalam beberapa kasus, terjadinya depresi, kurangnya penghargaan diri, dan keputusasaan. Stigma dan diskriminasi juga menghambat upaya pencegahan dengan membuat orang takut untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi atau tidak. Bisa pula menyebabkan mereka yang telah terinfeksi meneruskan praktik seksual tidak aman karena takut orang-orang akan curiga terhadap status HIV mereka. Akhirnya, ODHA dilihat sebagai masalah, bukan sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi epidemi ini. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA disebabkan karena kurangnya informasi yang benar tentang cara penularan HIV, adanya ketakutan terhadap HIV/AIDS, dan fakta AIDS sebagai penyakit mematikan. Hingga saat ini sikap dan pandangan masyarakat terhadap ODHA sangat buruk sehingga melahirkan permasalahan serta tindakan yang melukai fisik maupun mental bagi ODHA bahkan keluarga dan orang-orang terdekatnya. Sesungguhnya hak ODHA sama seperti manusia lain, tetapi karena ketakutan dan kekurangpahaman masyarakat, hak ODHA sering dilanggar. Menurut hasil penelitian dokumentasi pelanggaran HAM Yayasan Spiritia, 30% responden menyatakan pernah mengalami berbagai diskriminasi dalam pelayanan kesehatan dan dalam keluarga. Hak asasi manusia itu di antaranya adalah memiliki dan mendapatkan privasi, kemerdekaan, keamanan serta kebebasan berpindah, bebas dari kekejaman, penghinaan (tindakan menurunkan martabat atau pengucilan), bekerja (termasuk terbukanya kesempatan yang sama), mendapatkan pendidikan serta menjalin mitra jaringan, keamanan sosial dan pelayanan, kesetaraan perlindungan dalam hukum, menikah dan berkeluarga, endapatkan perawatan, dan masih banyak lagi. Selain hak, ODHA juga mempunyai kewajiban seperti menjaga kesehatan, tidak menularkan ke orang lain, mencari informasi dan lain-lain. Perbedaan antara ODHA dan orang yang tidak terinfeksi adalah ODHA memiliki virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Selain itu secara sepintas kita tidak dapat membedakan antara seseorang yang memiliki status HIV positif dengan orang yang tidak terinfeksi. Status HIV positif seseorang hanya bisa dibuktikan dengan tes darah dan itu pun dilakukan dengan VCT (Voluntary Counseling and Testing), yaitu tes secara sukarela. Selain itu kita hanya bisa tahu jika ODHA membuka status HIV positif-nya kepada kita dan kita mempunyai kewajiban untuk menjaga konfidensialitas (kerahasiaan) ODHA tersebut. Mencari informasi tentang HIV dan AIDS dari sumber yang tepat sebanyak-banyaknya adalah salah satu cara untuk melindungi diri kita dan orang lain. Misalnya mencari informasi yang tepat dari lembaga-lembaga yang kompeten di bidangnya seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Kisara PKBI Bali, Yayasan Bali Plus, Yakita, Yayasan Hatihati, Palang Merah Indonesia (PMI), dan masih banyak organisasi lain. Paling penting adalah dengan makin banyak informasi yang diserap masyarakat (dari berbagai lapisan), maka perlahan-lahan stigma dan diskriminasi dapat dilenyapkan, sehingga mempercepat dan mempermudah usaha pencegahan karena orang tidak takut lagi untuk mengetahui status HIV-nya, apakah mereka terinfeksi atau tidak. Selain itu, bagi mereka yang terinfeksi HIV dapat meneruskan praktik seksualnya dengan aman (menggunakan kondom) tanpa rasa takut jika orang-orang curiga terhadap status HIV mereka, sehingga mengucilkan mereka. HIV dan AIDS adalah masalah kita juga, bukan masalah orang-orang tertentu, meski kita kadang tidak menyadarinya. Dengan makin banyak masyarakat yang sadar dan peduli akan HIV dan AIDS maka janji dapat ditepati, yakni hentikan AIDS! Ayo, kita hapus stigma dan hentikan diskriminasi dengan memulainya dari diri kita sendiri. Sudahkah Anda paham HIV dan AIDS?



{Maret 8, 2009}   Mandirikan Para ODHA

Seberapa penting dan komplekskah masalah orang dengan HIV/AIDS (ODHA)? LSM Sidoarjo Care menyatakan penting dan menyangkut minimal empat masalah, yaitu kesehatan, ekonomi, stigma, dan diskriminasi. Sidoarjo Care mengajak masyarakat mendukung para ODHA agar bisa mencapai kemandirian. “Semua komponen masyarakat perlu mendukung kemandirian ODHA,” ungkap Ketua Program Manajer Sidoarjo Care Purwaningsih dalam seminar tentang pemberdayaan ODHA di RM Akar Jati kemarin (22/1). Seminar melibatkan pengusaha, pelajar, mahasiswa, politikus, dan pegawai pemerintah. Dukungan masyarakat, kata Purwaningsih, bisa mengubah perilaku ODHA agar lebih sehat dan positif. Jumlah penderita ODHA di Sidoarjo saat ini mencapai 172 orang. Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo memberikan berbagai solusi. Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Sigit Sugito mengatakan, Dinkes memberikan fasilitas pengobatan gratis di klinik voluntary counseling and test (VCT), membagikan secara cuma-cuma susu, suplemen, dan obat anti retro viral (ARV). Selain itu, tahun ini Dinkes merencanakan home visit dan berbagai kegiatan lain.(nuq/roz) Sumber:http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_radar&id=192073&c=90



{Maret 8, 2009}   Sifat Malu yang Mulia

Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara,
sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya.
Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah
penciptaannya dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan
pria. Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa
malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat
mulia dan terpuji itu. Sehingga, terlalu banyak kita jumpai saat ini
kaum wanita yang lebih tidak tahu malu daripada laki-laki.
Malu adalah Iman
Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter
degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan
sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh
Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling
berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut
hilang.” (HR: Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini
shahih dengan syarat Bukhari Muslim dan Dzahabi menyepakatinya)
Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-
laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tinggalkan dia.
Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallaahu alaihi
wa Sallam bersabda, yang artinya: “Iman itu ada tujuh puluh bagian.
Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling
rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari
iman.” (HR: Bukhari)Malu, Kunci Segala Kebaikan
Malu merupakan penghalang seseorang untuk melakukan perbuatan dosa.
Hasrat seseorang untuk berbuat dosa berbanding terbalik dengan rasa
malu yang dimilikinya.
Abu Hatim berkata: “Bila manusia terbiasa malu, maka pada dirinya
terdapat faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan. Sebaliknya orang
yang tidak tahu malu dan terbiasa berbicara kotor maka pada dirinya
tidak akan ada faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan, yang ada
hanya kejahatan.”
Muhammad Ibnu Abdullah Al-Baghdadi melantunkan syair sebagai berikut:
“Bila cahaya wajah berkurang,
maka berkurang pula rasa malunya
Tidak ada keindahan pada wajah,
Bila cahayanya berkurang
Rasa malumu peliharalah selalu,
Sesungguhnya sesuatu yang menandakan kemuliaan seseorang,
Adalah rasa malunya.”
Bukannya Tidak Pede
Mempunyai sifat malu bukan berarti menjadikan kita rendah diri,
minder, atau nggak pede. Apalagi gara-gara ketidakpedean itu kita jadi
urung melakukan kebaikan, amal shalih, dan menuntut ilmu. Jika hal itu
terjadi pada diri kita, cobalah kita berintrospeksi, apakah sebenarnya
malu yang kita rasakan itu karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau
karena manusia. Misalnya saja kita malu memakai jilbab yang syar’I,
malu menunjukkan jati diri sebagai seorang Pria Muslim atau malu pergi
ke majelis ta’lim. Apakah malu yang demikian ini karena Alloh
Subhanahu wa Ta’ala atau hanya rasa malu, ketakutan dan kecemasan kita
kepada selain-Nya? Padahal, malu kepada Alloh-lah yang seharusnya kita
utamakan. Bukankah Alloh-lah yang paling berhak kita malui?
Al-Qurthubi rahimahulloh berkata: “Al-Musthafa (Nabi Muhammad)
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang pemalu. Beliau
menyuruh (umatnya) agar mempunyai sifat malu. Namun satu hal yang
perlu diketahui bahwa malu tidak dapat merintangi kebenaran yang
beliau katakan atau menghalangi urusan agama yang beliau jadikan
pegangan sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya:
“Dan Alloh tidak malu (menerangkan) yang benar” (QS: Al-Ahzab: 53)”.
Harus Ditumbuhkan
Pengunjung Media Muslim INFO yang tercinta… sifat yang mulia ini
selayaknyalah kita pupuk dengan baik dan kita jaga agar tidak musnah
dari diri kita. Berbahagialah kita, jika kita terlahir sebagai sebagai
seorang yang pemalu, yang berati kita telah mempunyai sifat dasar yang
baik. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada
Asyaj dari bani Anshar, yang artinya: “Pada dirimu ada dua sifat yang
Alloh Subhanahu wa Ta’ala sukai.” Maka ia bertanya, “Apakah itu, wahai
Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?” Rasululloh Shallallahu
‘alaihi wa Sallam menjawab; “Sabar dan malu”. Asyaj bertanya lagi,
“Apakah kedua sifat itu sudah ada sejak dulu atau baru ada?”.
Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Sejak dulu.” Asyaj
berkata, “Puji syukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang telah
memberiku dua sifat yang Allah sukai ” (HR: Ibnu Abi ‘Ashim).
Jika memang kita rasakan sifat itu kurang pada diri kita, maka tidak
perlu khawatir karena sifat itu dapat ditumbuhkan. Dengan meningkatkan
iman, ma’rifatulloh, dan pendekatan diri kepada Alloh Subhanahu wa
Ta’ala sehingga dalam diri kita timbul kesadaran bahwa Alloh Subhanahu
wa Ta’ala senantiasa mengawasi, mengetahui segala sesuatu yang kita
kerjakan dan yang kita simpan dalam hati maka akan tumbuhlah malu
imani yang mampu mencegah seseorang berdosa karena takut pada Alloh
Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.



{Maret 8, 2009}   Dampak Negatif Facebook

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya. Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. “Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari. Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat.”Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. “Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah,” tegasnya.Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.



{Maret 8, 2009}   Tahukah Anda

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk
melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat
butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk
diungkapkan adalah :
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah
lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah
orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan
pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan
tersebut dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda
dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara
langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat
anda mengatakannya di hadapan orang tsb? — setuju!
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tsb pasti dikabulkan?
Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
seperti jatuh
cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya
dengan
keyakinan, dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut
dengan apa yang bisa anda lakukan.



{Februari 27, 2009}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.